UAS IMK

, by Alvin

Downloading adalah Proses komputer yang menerima informasi . Tergantung pada kecepatan koneksi, download bisa memakan waktu dari beberapa detik hingga beberapa menit .
URL adalah Alamat khusus untuk halaman Web. Sebuah server Web mengirimkan halaman Web ke komputer Anda . contohnya:

Link Digunakan untuk menyambungkan web ke web terkait lainnya? Lokasi halaman Web Halaman Web yang berbeda di situs Web yang sama Halaman web pada situs Web yang berbeda .
Subject Directory  adalah Cara pencarian dengan mengetik serangkaian topik dan subtopics halaman web yang dituju. Memungkinkan Anda menemukan informasi dengan mengklik link bukan memasukkan kata kunci. Contohnya:


Search Engine adalah Program yang digunakan untuk menemukan situs web dan halaman Web dengan memasukkan kata atau frasa yang disebut teks pencarian . contohnya :

Multimedia Mengintegrasikan aplikasi teks dengan elemen media lain seperti Graphics,
Animation ,Audio, Video, Virtual, reality, Plug-Ins. Contohnya:


Tumbnail adalah Versi kecil yang lebih besar graphicc-“digunakan untuk meningkatkan waktu tampilan halaman Web . Biasanya klik pada thumbnail untuk menampilkan gambar yang lebih besar. Contohnya :


Animation adalah Munculnya gerakan yang dibuat dengan menampilkan serangkaian gambar diam secara berurutan.
Audio merupakan Musik, pidato, atau suara lain. Masing-masing file suara terkompresi yang di-download dari Web ke komputer Anda. Contohnya: Common Web audio file formats are AA, AAC, AIFF, ASF, MP3, WAV, WMA, RA, and QT. Setelah di-download, Anda dapat memutar (mendengarkan) isi dari file .
Plug ins merupakan Program yang memperluas kemampuan browser. Anda dapat men-download banyak plug-in tanpa biaya dari berbagai situs Web .contohnya:

Portal adalah Sebuah situs Web yang menawarkan berbagai layanan dari satu, lokasi nyaman, biasanya gratis contohnya Searching, sports, e-mail, news, weather, auctions, Web communities (Web sites that join people with similar interests). Contohnya :

News merupakan Cerita dan artikel yang berkaitan dengan peristiwa-peristiwa terkini, kehidupan, uang, olahraga, dan cuaca dan Layak diberitakan mengandung bahan. Contohnya :

Informational Berisi informasi faktual Dibuat oleh organisasi dan lembaga pemerintah . contohnya:
 
Bussiness/Marketing adalah website yang Mengandung konten yang mempromosikan produk atau jasa Memungkinkan Anda untuk membeli produk atau jasa online . contohnya:

Entertainment adalah website yang Menawarkan lingkungan yang interaktif dan menarik yang menampilkan musik, video, olahraga, permainan, dan banyak lagi. Contohnya :

Advocacy adalah website yang Mengandung konten yang menggambarkan suatu alasan, pendapat, atau gagasan. Contohnya :

Blog  adalah website yang Menggunakan format jurnal-update secara rutin untuk mencerminkan kepentingan, pendapat, dan kepribadian dari pengarang dan kadang-kadang pengunjung situs . contohnya :

Wiki merupakan website yang berisi Artikel-artikel, di Web ini merupakan hasil kolaborasi dari para penyumbang artikel dari seluruh dunia. Situs wiki, yang berarti siapapun dapat menyunting artikel, memperbaiki dan menambahkan informasi, hanya dengan mengklik pranala sunting yang berada di atas setiap halaman artikel. Contohnya :

Aggregator adalah website yang berisi kumpulan postingan dari website yang sudah didaftarkan feednya di website aggregator tersebut. Biasanya website aggregator ini dibuat oleh suatu komunitas atau organisasi yang anggotanya memiliki website. Contohnya :

Personal adalah website yang Halaman webnya dikelola oleh individu swastaAlasan: berbagi pengalaman hidup dengan dunia atau berburu pekerjaan .


Perbedaan Keyboard QWERTY, DVORAK dan ABC

QWERTY adalah salah satu jenis tata letak tombol-tombol pada keyboard. Tata letak QWERTY ini pertama kali digunakan pada sebuah mesin tik buatan E. Remington pada tahun 1874. Dinamakan demikian karena tombol-tombol huruf Q, W, E, R, T, dan Y berada secara berurutan seperti terlihat dalam baris paling atas dari papan ketik ini (yaitu yang dipakai pada kebanyakan keyboard komputer saat ini).


Keyboard jenis DVORAK yang dibuat pada tahun 1936. Keyboard Dvorak diciptakan berdasarkan prinsip kerja biomekanis dan efisiensi. Susunan letak tombol huruf lain dengan jenis Qwerty yaitu dibuat sedemikian rupa, sehingga 56 % ketukan ada pada tangan kanan dan jari-jari yang bekerja lebih banyak adalah jari telunjuk, jari tengah dan jari manis. Huruf-huruf yang ada pada baris tengah lebih sering diketuk kira-kira sampai 70 % dan perpindahan antar baris hanya sekitar 10 % sehingga kelelahan jari-jari sangat banyak berkurang. Walaupun keyboard jenis Dvorak sudah lebih baik dari pada jenis Qwerty, akan tetapi karena kalah duluan dalam hal pemasarannya dengan jenis Qwerty dan kalaupun harus diganti dengan jenis Dvorak, maka perlu pelatihan baru dan ini berarti biaya tambahan yang harus disangga oleh Perusahaan pembuat keyboard Dvorak. Kemungkinan untuk laku menggantikan keyboard yang sudah ada belum dapat dipastikan sehingga keyboard jenis lama (Qwerty) masih tetap digunakan.




Keyboard Model ABCD
Keyboard model ABCD merupakan model keyboard pertama kali di dunia sekitar tahun 1700-an. Susunan hurufnya sesuai dengan abjad yaitu A, B, C, D,  E, F, G, dan seterusnya. Diperkirakan pertama kali diciptakan sekitar tahun 1860-an oleh Christian Latham Sholes dan Dunsmore. Contoh gambarnya :




Perbedaan :
-    Perbedaan antara keyboard model Qwerty, Dvorak dan ABCD yang paling terutama adalah dari susunan hurufnya. Pada keyboard model ABCD, susunan hurufnya sesuai dengan urutan huruf dalam abjad huruf seperti A, B, C, D, E, F dan seterusnya. Keyboard model Qwerty mempunyai susunan huruf Q, W, E, R, T, Y pada baris pertama sebelah kiri. Sedangkan ada keyboard model Dvorak susunan hurufnya A, O, E, U, I pada baris kedua sebelah kiri. (Contoh gambarnya dapat dilihat di atas)
-   Perbedaan kedua adalah efisiensi mengetik keyboard - keyboard di atas. Penggunaan keyboard Qwerty (untuk orang yang biasa bekerja dengan tangan kanan) mengakibatkan tangan kanan menjadi lebih cepat lelah karena beban kerja tangan kanan dan tangan kiri berbeda. Tangan kiri hanya berfungsi 57% dan tangan kanan berfungsi 43% dari waktu yang disediakan walaupun sudah menggunakan pengetikan sistem 10 jari. Tombol-tombol yang ada pada baris tengah yang paling mudah dicapai oleh jari tangan kanan maupun kiri ternyata hanya ditekan 30% dari waktu pengetikan, sehingga jari-jari lebih sering melompat ke baris atas maupun ke baris bawah yang menimbulkan beban tersendiri pada pergelangan tangan. Selain itu, perintah-perintah tambahan pada keyboard sebagian besar terletak pada bagian kanan keyboard yang berarti akan menambah beban kerja pada tangan kanan.

Sedangkan keyboard model Dvorak efisiensi mengetiknya lebih bagus daripada keyboard jenis Qwerty. Pada keyboard Dvorak, tangan kanan berfungsi 56% dan tangan kiri berfungsi 43% yang berarti hampir seimbang. Jari-jari yang lebih banyak bekerja adalah jari telunjuk, jari tengah dan jari manis. Huruf-huruf yang ada pada baris tengah atau kedua lebih sering diketuk kira-kira sampai 70% (karena pada baris tengah terdapat banyak huruf utama yang banyak digunakan dalam pengetikan seperti A, E, O, I, H, S, dan N) sehingga perpindahan antar baris hanya sekitar 10% jadi kelelahan pada jari banyak berkurang. Walaupun keyboard model Dvorak lebih baik daripada keyboard jenis Qwerty, tetapi keyboard yang lebih banyak digunakan adalah keyboard model Qwerty karena pemasarannya sudah lebih dulu.

Keyboad model ABCD bentuknya agak besar karena pertama kali diciptakan dalam bentuk mesin tik. Susunan hurufnya sesuai dengan urutan abjad “ABCDEFG…”, yang memungkinkan pengguna mengetik dengan lebih cepat. Yang menjadi kelemahan keyboard ini justru karena pengguna dapat mengetik dengan cepat. Terlalu cepat dalam mengetik mengakibatkan sering timbul masalah, seperti pada saat tombol ditekan, batang–batang huruf (slug) yang menghentak pita mengalami kegagalan mekanik karena batang-batang itu saling mengait atau jamming dan juga mengakibatkan mesin ketik menjadi lebih cepat rusak. Oleh karena itu, Sholes merangkai kembali huruf - huruf pada keyboard menjadi lebih sulit dan melahirkan keyboard model Qwerty yang masih dipakai hingga sekarang. Sekarang ini, keyboard model ABCD sudah dirangkai sama seperti keyboard qwerty dan banyak digunakan untuk anak kecil atau masih sangat jarang di pasaran, hanya ada jika dipesan secara khusus.

Awal kemunculan perkembanagn monitor ditandai dengan penemuan tabung sinar katoda oleh Ilmuwan asal Jerman, Heinrich Geibler pada tahun 1855 yang masih berupa teknologi display CRT (Cathode Ray Tubes). Setelah itu, Friedrich Reinitzer ahi kimia asal Australia ini meletakkan dasar pengembangan teknologi LCD ( Liquid Crystal Display) dengan menemukan kristal cairan. Kemudian muncul teknologi monitor selanjutnya yaitu Plasma, setalah itu muncullah teknologi baru LED (Light-Emitting Display).

PERBEDAAN (diuraikan sebagai berikut) :


CRT (Cathode Ray Tubes)


Layar penampil yang digunakan berupa tabung sinar katoda. Teknologi CRT memunculkan tampilan pada monitor dengan cara memancarkan sinar elektron ke suatu titik di layar. Resolusi yang dihasilkan teknologi CRT sudah cukup baik untuk berbagai keperluan, hanya saja energi listrik yang dibutuhkan cukup besar dan memiliki radiasi elektromagnetik. 


  LCD (Liquid Crystal Display)


Monitor menggunakan sejenis kristal liquid yang dapat berpencar. Sumber cahaya LCD adalah lampu neon berwarna putih di bagian belakang susunan kristal cair, terdapat banyak sekali titik cahaya (piksel). Display dengan layar berbentuk pipih dan kemampuan resolusi yang lebih tinggi dibandingkan dengan CRT. Monitor jenis flat ini menggunakan energi yang lebih kecil. Monitor ini juga terdapat Brightness ratio 350:1. Brightness ratio adalah perbandingan antara tampilan yang gelap dengan tampilan yang paling terang.  Dari sisi harga, monitor LCD memang jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan monitor CRT. LCD memiliki waktu reaksi 8-12 milisekon. 





Plasma 

Plasma diciptakan di Universitas Illinois oleh Donald L. Blitzer dan H. Gene Slottow pada tahun 1964 untuk sistem Komputer PLATO. Monitor jenis ini menggabungkan teknologi CRT dengan LCD. Teknologi yang dihasilkan mampu membuat layar dengan ketipisan menyerupai LCD dan sudut pandang yang dapat selebar CRT. Plasma menggunakan fosfor seperti halnya teknologi CRT, tetapi pada layar plasma dapat berpencar tanpa adanya bantuan cahaya di belakang. Kontras warna lebih baik dibandingkan LCD.









LED (Light-Emitting Diode)


Teknologi LED ditemukan oleh ilmuwan Perusahaan Eastman Kodak, Dr. CHing W Tang pada tahun 1979, tetapi riset di Indonesia mengenai teknologi ini dimulai pda tahun 2005. LED digunakan dalam teknologi elektroluminensi (seperti layar atau sensor) dan terkenal fleksibel dengan ketipisannya yang mencapai kurang dari 1 mm. Jumlah warna dari cahaya yang dipancarkan berkembang dari satu warna menjadi multi-warna. Konstruksi lapisan LED tidak lebih dari 500 nm atau sama tipisnya dengan selembar kertas. Sifat transparan pada lapisan LED memungkinkan cahaya terpencar keluar secara optimal. Konsumsi daya listrik rendah dan terbuat dari bahan organik. Biaya operasional yang relatif rendah dan proses perakitan yang relatif sederhana dibanding LCD. Memiliki jangkauan wilayah warna, tingkat terang, dan tampilan sudut pandang yang sangat luas. Piksel LED memancarkan cahaya secara langsung, sedangkan LCD menggunakan teknologi backlight. LED memiliki waktu reaksi hanya kurang dari 0.01 ms.


Perbedaan Jenis-Jenis Printer (Dot Matrix, Ink Jet, Laser Jet, Plotter dan Thermal)
Berdasarkan cara pencetakannya, printer terdiri dari impact printer dan nonimpact printer. Impact printer mempunyai alat yang disebut palu (hammer), yang memukul-mukul kertas untuk mencetak karakter. Non-impact Printer menggunakan alat elektrokimia atau sinyal panas untuk mencetak karakter. Non-Impact Printer mencakup Ink Jet Printer dan Laser Jet Printer. Ink jet printer bekerja dengan menyemprotkan tetesan tinta ke atas kertas untuk membuat karakter, sedangkan laser printer bekerja dengan cara elektrostatistik untuk menempelkan tinta ke kertas. Printer Non-Impact inilah yang paling banyak digunakan dalam multimedia.
Contoh gambar printer Dot Matrix : 
      
Contoh printer Ink Jet :


Contoh Printer Thermal :

Contoh printer Laser Jet :       
      
                                               
Contoh printer Plotter :


Perbedaan :

Berdasarkan Metode Pencetakan
Printer dot matrix metode pencetakannya menggunakan pita. Printer jenis inkjet metode pencetakannya menggunakan tinta cair. Printer jenis laser metode pencetakannya menggunakan tinta bubuk atau yang biasa disebut toner dan lampu pemanas dalam mencetak mencetak dokumen sehingga dapat mencetak bukan hanya pada kertas saja tetapi juga pada bahan plastik. Printer jenis plotter mencetak menggunakan pena yang bergerak maju mundur. Printer jenis thermal metode pencetakannya menggunakan pin yang dipanaskan dan menghasilkan gelembung-gelembung tinta sehingga jika semakin panas akan semakin menekan tinta ke nozzle yang ditentukan dan tercetak pada kertas.

Berdasarkan Cara Kerja
Printer Dot Matrix mencetak dengan cara memukul-mukulkan sekelompok pin (jarum) pada kertas untuk menciptakan sebuah karakter yang disebut dengan metode hammer (karena memukul-mukul seperti palu sehingga menimbulkan kebisingan). Satu karakter biasanya terbuat dari 9 titik. Tetapi, sekarang ini sudah dikembangkan sampai 24 titik sehingga hasil cetakannya tidak terlalu buram lagi. Printer Ink Jet mencetak dengan menggunakan teknologi Dor On Demand, yaitu dengan cara menyemprotkan titik-titik kecil tinta pada kertas melalui nozzle atau pipa yang sangat kecil. Jenis printer ini penempatan dan pengisian tintanya bisa dimodifikasi dengan teknik infus, yaitu dengan menambahkan tabung tinta khusus pada bagian luar printer dan disambung dengan selang kecil untuk dihubungkan pada bagian pencetak di mesin printer. Atau jika ingin menggunakan tinta refill yang dapat digunakan untuk mengisi ulang cartridge printer pun bisa. Hanya dengan menyuntikkan tinta warna ke dalam cartridge sesuai dengan warnanya dan masukkan kembali ke dalam bagian pencetak warna dalam printer. Printer Laser Jet mencetak menggunakan toner dan lampu pemanas, sama seperti mesin photo copy. Memiliki kecepatan yang tinggi dalam mencetak sekitar 4 sampai 25 halaman per menit. Cara kerjanya sama seperti mesin photo copy, yaitu member tegangan listrik pada kertas yang akan menarik tinta untuk melekat pada kertas. Kemudian tinta dicairkan dengan pemanasan dari lampu pemanasan. Printer jenis plotter mencetak gambar dengan menggerakkan suatu pena pada permukaan kertas. Oleh karena itu, plotter hanya dapat menggambar garis ketimbang gambar. Untuk mewarnai suatu blok, plotter mengarsir beberapa garis yang berdekatan satu sama lain sehingga proses pencetakan menjadi lama. Printer Thermal menggunakan pin yang dipanaskan secara elektronis. Kemudian pin tersebut dilewatkan pada jenis media yang peka terhadap panas, sehingga terbentuk gambar atau tulisan.

Berdasarkan Hasil Cetakan
Printer jenis dot matrix menghasilkan cetakan kurang halus. Hal tersebut dikarenakan Printer jenis dot matrix menghubungkan titik satu dengan yang lainnya untuk membuat sebuah karakter atau garis. Oleh karena itu, hasil cetakan akan terlihat agak buram. Kertas yang digunakan adalah kertas rangkap. Printer jenis inkjet mampu mencetak tulisan dan gambar dengan kualitas yang baik dan lebih halus jika dibandingkan dengan printer jenis dot matrix. Akan tetapi, hasil cetakan harus dikeringkan beberapa detik karena printer mencetak menggunakan tinta cair. Printer laser jet lebih baik lagi dalam mencetak gambar khususnya foto. Hasil cetakannya sudah langsung kering dan proses pencetakannya lebih cepat. Hasil cetakan yang lebih bagus lagi adalah hasil cetakan printer thermal. Printer thermal digunakan untuk membuat cetakan-cetakan yang bercitra eksklusif seperti misalnya cover CD/DVD, ataupun barcode seperti yang biasa kita temukan pada barang-barang yang dijual di Supermarket. Printer thermal memerlukan kertas khusus yang berlapis lilin atau paraffin.

Berdasarkan Kemampuan Cetak
Printer Dot Matrix hanya dapat mencetak tes dengan font yang sangat terbatas misalnya Times New Roman. Sedangkan printer jenis Ink Jet, Laser Jet, Plotter dan Thermal dapat mencetak teks hampir dengan semua font yang ada.

Berdasarkan Harga
Harga printer Dot Matrix lebih murah daripada Ink jet. Laser jet lebih mahal daripada ink jet. Biaya perawatannya lebih banyak dan lebih mahal. Printer Plotter lebih mahal karena bentuknya yang besar. Sedangkan printer thermal adalah printer yang paling mahal diantara jenis printer karena hasil cetakannya yang berkualitas tinggi. Selain itu, printer hermal juga memerlukan kertas khusus yang harganya juga mahal.






























0 komentar:

Posting Komentar